Sunday, December 30, 2012

Haiga [dragonfly perched]



:: the morning dew
cover up those leaves
dragonfly perched ::

Indonesian
:: embun pagi
menyelimuti dedaunan
capung hinggap ::

photograph & haiku made by Anton Dwi

Saturday, September 10, 2011

[Haibun] Pottery Red Soil

Malam itu aku sendiri di hari kedua tanpa kamu yang mudik ke Solo. Belum terdengar kabar, kapan kau pulang. Sudah beberapa bulan ini hujan tidak turun, kekeringan melanda sawah dan ladang milik petani sekitar perumahan. Jika di musim hujan terdengar suara jangkrik dan kodok, malam itu tak terdengar lagi.

empty ricefields
no signs of the singing frogs
you walk away


Jam menunjuk pukul 19.10, bergegas keluar rumah, menyusul tetangga ke ujung jalan buntu. Tenda berukuran sedang menampung pelataran karpet merah sebagai panggung acara dan 2 larik meja yang menampung peralatan makan dari sebuah perusahaan catering. Penduduk kampung duduk di tikar-tikar yang digelar di luar tenda, mendengarkan sambutan bapak RT dan RW. Anak-anak mereka, bermain dan mengisi acara. Ada yang berdiri secara berkelompok menyanyi, membaca puisi, menari mengikuti musik, melafalkan Pancasila dan Sumpah Pemuda. Hadiah perlombaan siang hari dibagikan juga kepada mereka. Setelah melahap santapan yang cukup lengkap dan enak, kaum bapak berbincang sendiri di sudut panjang tikar, dan kaum ibu mengelompok dan bercakap-cakap sendiri di sudut yang lain. Setelah 2 jam dibagikan doorprize. Kupon sobekan dari kertas undangan diambil secara random oleh anak-anak, sesepuh kampung dan pengurus RT, hasilnya.. "wah, kok bisa undian pertama jatuh kepada Pak RT, undian kedua jatuh pada Pak RW, dan saya pun kebagian sebuah doorprize, yang ditarik oleh seorang gadis kecil. Dan yang kebetulan lagi, doorprize utama DVD Player jatuh untuk sebuah keluarga yang tahun lalu juga mendapat hadiah utama doorprize. Sungguh tidak masuk akal"  Sehabis mengikuti halal bihalal dan perayaan hut RI di RT 04 RW 16 ini, aku membawa pulang kotak doorprize terbungkus kertas kado batik coklat ini. Kubuka bungkusan di hadapan ibuku yg hanya bisa terbaring sakit di ranjangnya. "Wow 1 set poci teh dr gerabah kasongan yang cantik. Asyik, buat mengganti poci teh keramik yg pecah." Tak berapa lama, datanglah sebuah mobil taxi dan menurunkan seorang perempuan masuk ke rumahku. Kau telah pulang.
the new tea flavors
pottery red soil
throw the broken



(teh rasa baru
gerabah tanah liat
buang yang pecah)


is door Anton Dwi gemaakt voor u.
empty ricefields
no signs of the singing frogs
you walk away

Sunday, September 4, 2011

[Haibun] 11 - 0

Sebuah tradisi tiap kali ada pertandingan bola di Belanda, cafe-cafe pinggir jalan penuh sesak dengan suporter berpakaian oranye, mereka yang tidak kebagian tiket masuk Stadion Bola, menyerbu TV di cafe-cafe itu. Hampir semua cafe kota menyedot penduduk asli keluar rumah pada hari itu. Tiap terjadi goal ke gawang lawan, suara bising teriakan kemenangan suporter seperti hendak meruntuhkan bangunan cafe. Gelas-gelas penuh bier beradu di udara, kata mereka "Proust!" dan mereka kembali meminum sampai habis. Malam ini Team Oranje bertarung sangat mempesona. Team San Marino tak dapat membendung kepiawaian taburan bintang-bintang dari berbagai klub eropa ini . Permainan cepat, tendangan akurat, dan gol demi gol tercipta, tak disangka gawang San Marino kebobolan sampai 11 kali. Team Oranje kali ini layak mendapat julukan team terkuat, melihat pola dan strategi "Totaal Voetbal" yang diterapkan pelatih, mengoyak-ngoyak pertahanan lawan. Pemain sekaliber van Persie mencetak tidak hanya hattrick tetapi 4 goal, wesley sneijder sesuai namanya bak mesin pemotong mencetak 1 goal, tak ketinggalan pemain favoritku dari klub FC Ajax, Huntelaar si rambut jabrik yang masih berusia muda ini menunjukkan kelas striker kelas dunia. Woow 11 - 0, sungguh mudah bagi team oranje dalam memenangkan laga tanding malam ini.

de leukste spelen
sterren schiet met scherp
wereldkampioen !



(pertandingan paling menarik
bintang-bintang menembak dengan tajam
juara dunia !)

Haibun 11 - 0 is door Anton Dwi geschreven in de stad van Semarang, Indonesie.

Saturday, August 20, 2011

1) tunas anggur
merambat malam hari
sulur berkait

2) tetesan mangga
berserakan di taman
kelelawar

3) secangkir kopi
semangkuk kolak waluh
cahaya lilin

Haiku lewat tengah malam by Anton Dwi

Thursday, August 11, 2011

1) bambu petung
dipotong lurus runcing
melawan musuh

2) tersisa darah
bebas negri terjajah
kemerdekaan

3) kenang pahlawan
gugur di medan laga
tanah palagan

4) zaman merdeka
rakyat meratap lapar
dirampok maling

5) menggali kubur
uang haram ditabur
koruptor kabur


menyambut HUT RI ke 66

Wednesday, July 27, 2011

[Haiku Biografi]-[Anton Dwi]

Selasa pahing
lahirlah bayi normal
bulan tak bundar

celana komprang
sepeda ke sekolah
peluh menetes

garuda terbang
hidup di empat musim
membingkai alam

tulip memekar
menulis puisi
cinta tertambat

balik merantau
membangun masa depan
di kebun kata


Semarang, medio Juli 2011